Senin, 19 April 2010

ANIMAL FACEBOOK

Jika Anda mengikuti blog ini dari awal pasti pernah membaca postingan tentang penyayang binatang yang juga memuat video mengharukan "christian the lion". Namun jika Anda belum pernah membacanya, silakan baca di sini. Atau tentang rahasia sukses seorang pengusaha yang meniru sifat binatang, bisa Anda baca di sini.
Posting berikut adalah hasil sumbangan dari teman saya sewaktu kuliah di Sukolilo, Surabaya dulu yang sekarang berdomisili di Frankfurt, Jerman. Terus terang saya tak menduga dia bisa membuat cerita seperti ini, karena sewaktu kuliah dulu saya mengenalnya sebagai mahasiswa yang pintar, serius dan jarang tertawa (mungkin lucunya telat kalee ya ...?). Beda dengan saya yang termasuk dalam kelompok mahasiswa "drengesan" alias suka bercanda.
Kembali ke posting blog, teman saya ini mengirimi sebuah joke bagaimana seandainya binatang mempunyai akun facebook ? Apa saja yang ditulis di status mereka ? Dan inilah petikan status mereka (dengan sedikit perubahan):
Anjing Pudel : "Lagi nunggu di salon neehhh ....."
Kecoak : "Baru aja selamat dr injekan maut, ..... yeah !"
Sapi :"Majikanku ngraba-2 pasti ntar lagi meres susu ....."
Kucing : "Anak gua yg ke-5 barusan nanya siapa bapaknya. Gua jadi bingung mo jawab apa krn gua sendiri lupa siapa bapaknya. Hi ... hi ..."
Nyamuk : "Gua positif HIV AIDS boooo ....."
Ayam : "Teman-2 ... kalo besok gua gak update status ... brarti gua udah digoreng ... luv u all ... T.T"
Cumi-Cumi : "Abis isi ulang tinta nich ... dpt diskon lg, lumayan ..."
Babi : "Gua difitnah nyebarin flu. Sialann ... !"
Kambing : "Jgn keluar kandang pren, ... ntar lagi Idhul Adha ..."
Kambing Hitam : "Ngumpet dulu, ach ...lg banyak yg nyari ..."
Kuda Poni : "Abis potong poni lagi ... keren khan ?"
Kuda Jingkrak : "Woowww ... temen qta si Ferrari menang lagi di balapan F-1 ..."
T-Rex : "Lagi nonton Flinstones di TV ..."
Beruang Kutub : "Berjemur dulu, ach ... mumpung lg panas. Sunblock gua mana ya ...?"
Burung Kookaboora : "Abis rekaman jingle iklan Radio Australia ..."
Wallaby (Kangaroo) skrg adalah penggemar Australian Rugby Team
Rubah : "Gua mo nggugat Mozilla Foundation dan nuntut royalti krn tlh memakai gbr saya sbg logo browsernya tanpa seijin saya ...!"
Tasmanian Devil : "Mirror-2 on the wall ... who is the most beautiful Tasmanian Devil in the world ... eh, in Tasmania ding ... :-D"
Domba : "Lagi imsonia neehh ... dah aku coba itung manusia tp sampe itungan ke 100 tetep gak bisa tidur jg ...gmn nih temen-2 ada resep laen gak ?"
Bulldog : "Barusan pasang stiker di dpn kandang, tulisannya "Awass, yg punya anjing galak !" ... he ... he ... he ... :-D"
Merpati Pos : "Busyett ... ini surat banyak bangettz ... jam brp selesai nganternya !?"

Terima kasih teman atas sumbangan materinya.

Posting berikutnya tentang turis yang sombong.




Senin, 05 April 2010

GARA-GARA FACEBOOK

Jaman sekarang kalo nggak punya akun facebook sering dibilang kuno atau ketinggalan jaman. Karena itu nggak usah heran jika ada sebuah keluarga yg anggota keluarganya punya akun facebook semua. Seperti kisah berikut ini.
Didorong atas permintaan istrinya sang suami membuatkan akun facebook untuk istrinya. Awalnya biasa saja kemudian terbiasa dan akhirnya terjadilah sesuatu yg luar biasa. Dari status-status yg ditulis sang istri, sang suami mulai mendeteksi/mencium gelagat ada yang tidak beres dengan istrinya. Karena penasaran, akhirnya sang suami masuk ke akun istrinya (krn sang suami yg buatkan akun tentu dia tahu email & passwordnya) sampai dibuka semua pesan-pesan yg ada.

Betapa geramnya dia mengetahui bahwa istrinya secara diam-diam telah “menjalin silaturahim kembali” dng teman kuliahnya dulu. Bisa ditebak, terjadi perselisihan dan pertengkaran. Karena sama-sama emosi, maka terjadilah peristiwa yg cukup menggelikan tapi sangat manusiawi dan sayangnya bisa berakibat fatal. Setelah cek-cok secara offline, sang suami menumpahkan isi hatinya di status facebooknya dan cek-cok pun berlanjut secara online krn sang istri pun ikut ngomentari status sang suami.
Sang Suami @ mama : “gak usah ikut-ikutan komentar !”
Sang Istri @ papa : “siapa yg komentar, mama khan nulisnya ‘no comment’ yeeeee ..... !”
Sang Anak @ papa & mama : “kalo bertengkar jgn ditulis di status dong, khan malu dibaca orang !”
Eeee ..... si anak bukannya mendamaikan secara langsung malah ikut-ikutan nimbrung di status ... !@#$%^&*()
Ini bukan kisah nyata tapi diilhami oleh kejadian nyata yg dialami sendiri oleh tetangga saya (syukurlah akhirnya happy ending –kayaknya). Kisah ini semakin menambah panjang daftar “kejelekan/dosa” facebook. Belakangan ini facebook sering dikambing-hitamkan akibat kejahatan yg dilakukan para penggunanya sendiri (spt : prostitusi di bwh umur, penculikan, pembunuhan, penipuan, dll). Prestasi facebook yg telah banyak berhasil menghubungkan kembali keluarga atau saudara yg telah berpisah puluhan tahun hilang krn penyalahgunaan yg dilakukan oleh segelitir penggunanya. Jika setiap ada tindak kejahatan yg dilakukan pengguna facebook lalu kemudian facebook yg disalahkan, saya takut kejadian berikut ini akan benar-benar terjadi. Seorang istri membunuh selingkuhan suaminya dng pisau dapur. Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan polisi menetapkan tersangka yg telah melakukan pembunuhan adalah ‘pisau dapur atau penjual pisau dapur atau bahkan sang pengrajin pembuat pisau dapur’. Kalo ini benar-benar terjadi, ... welehh ... welehh ... apa kata dunia ?!
Himbauan saya :
1. Aturlah privasi akun facebook Anda, kecuali jika Anda ingin mengumbar privasi.
2. Be wise while online, think before posting. Pikir dua tiga kali sebelum menulis status. Jgn menulis status yg membuat pembacanya berpikiran macam-macam. Misal saja Anda menulis status “wah ... lg sendirian d rumah, enaknya ngapain ya ?” Jgn menyesal dan jgn salahkan facebook jika kemudian ada yg dtg ke rumah Anda, mengikat Anda dan menguras habis harta kekayaan Anda. Anda sendiri yg mengudang peristiwa tersebut.
3. Jgn sembarang menerima permintaan pertemanan.
4. Segera tinggalkan chatting jika pembicaraan mulai mengarah ke hal-hal yg tdk baik.
5. Jgn kopi darat dng org yg belum Anda kenal dng baik tanpa ada org ketiga yg Anda percayai.
Tips lain tentang keamanan dan kenyamanan berinternet dapat Anda baca di sini.

Postingan yang akan datang masih seputar facebook.

Minggu, 28 Maret 2010

POLISI TERTIPU

Bukan bermaksud untuk menjelek-jelekkan atau merendahkan polisi , tapi kenyataannya memang sudah cukup banyak kejadian memalukan yang menimpa institusi kita ini. Namun demikian cerita berikut ini cukup menggelikan.
Di dekat sebuah perempatan tampak seorang anak penjual/loper koran menjajakan dagangannya.
“ Koran ... koran, seorang polisi tertipu. Koran ... koran, seorang polisi tertipu !” teriaknya dengan lantang.
Dua orang polisi yang sedang bertugas di pos jaga tidak jauh dari perempatan merasa penasaran di mana kejadiannya, bagaimana modus operandinya kok bisa polisi tertipu. Maka dipanggillah sang loper koran tersebut. Setelah jual beli selesai, sang loper koran melanjutkan aksinya.

“ Koran ... koran, dua orang polisi lagi tertipu. Koran ... koran, dua orang polisi lagi tertipu !”
Setengah jam kemudian setelah melewati beberapa pos jaga polisi,” Koran ... koran, lima belas orang polisi telah tertipu. Koran ... koran, lima belas orang polisi telah tertipu !”
He ... he ... what a smart boy, tricky marketing.

Posting yang akan datang berdasarkan kisah nyata "gara-gara facebook"

Senin, 22 Maret 2010

DEJA VU

Pernahkah Anda mendengar atau membaca istilah "deja vu" ? Tahukah Anda arti kata deja vu ? Jika Anda tidak tahu coba anda baca di sini. Dan kisah berikut ini adalah kisah yang ada kaitannya dengan istilah tersebut.
Suatu hari ketika sedang pergi jalan-jalan ke kota, Bondet bertemu dengan seseorang. Setelah saling berpandangan beberapa saat, Bondet membuka percakapan,
“ Maaf Mas, sepertinya kita pernah bertemu tapi di mana ya ?”

“ Iya ya, perasaan saya juga sama. Tapi di mana ya ?”
“ Mas, tinggal di mana ?” tanya Bondet lagi.
“ Di Jl. Lalu Lalang no. 99X Mataram.”
“ Kalau boleh tahu, nama Mas siapa ?” tanya Bondet lagi.
“ Nama saya Bendot.”
“ Ah, ... kalau begitu mas ini kakak saya sendiri,” jawab Bondet.

Deja vu.

Posting yang akan datang mengenai cerita yang cukup menggegerkan, tentang penipuan terhadap polisi.

Senin, 15 Maret 2010

KEJUJURAN DAN INTEGRITAS ?

Mungkin banyak di antara kita susah untuk membedakan antara kejujuran dan integritas. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ; kejujuran berarti "sifat jujur, keadaan jujur". Sedangkan integritas berarti "kejujuran, mutu, sifat atau keadaan yg menunjukkan kesatuan yg utuh sehingga memiliki kemampuan yg memancarkan kewibawaan. Bingung khan ? Tapi dengan sedikit cuplikan kisah di bawah ini kita akan mulai memahami apakah kejujuran seseorang sama dengan integritas seseorang. Apakah seseorang mempunyai integritas atau tidak.
Di sebuah kawasan wisata, di sebuah kota kecil nampak sepasang manusia setengah baya (laki dan perempuan) tengah berjalan menuju sebuah toko yang cukup lengkap di kota itu.
“ Ada yang bisa kami bantu ?” tanya sang pramuniaga.
“ Bisa ketemu pemilik tokonya, mbak ?” tanya sang lelaki.
Ketika sudah bertemu dengan pemilik toko,
“ Begini Pak, kami bermaksud mengembalikan kelebihan uang pengembalian belanja kami tadi. Ini nota belanja kami tadi dan ini selisih uang pengembalian belanja kami.”

“ Aduh ... terima kasih banyak, Bapak dan Ibu. Rupanya Bapak dan Ibu ini orang yang jujur sekali. Saya akan panggil wartawan supaya pengalaman dan foto Bapak dan Ibu yang jujur ini dimuat di koran lokal agar menjadi teladan bagi warga di kota ini,” kata pemilik toko.
“ Jangan Pak, kalau dimuat di koran nanti dibaca oleh istri saya, bisa gawat !” jawab sang pria memelas.
“ Jangan Pak, nanti ketahuan suami saya, bahaya !” jawab sang perempuan tak kalah memelasnya.


Nantikan posting berikutnya tentang fenomena yang disebut "deja vu".